
Kita kuatir karena sesungguhnya kita tidak mampu berharap kepada Dia yang memberi kepastian tentang masa depan kita itu, karena sepertinya Dia begitu jauh dengan hidup kita atau bahkan kita merasa asing dengan keberadaanNya
Bila saja kita mengerti bahwa Dia sebenarnya sangat merindukan kita seperti seorang Ayah yang merindukan anaknya pulang dari rantau, kita tentu tidak perlu dibelenggu rasa kuatir yang menyesakkan itu. Bukankan kita telah dipilih sebagai anakNya yang berhak mendapat warisan?
Pernahkah kita sadari bahwa Ia telah menempatkan kita lebih tinggi daripada semua malaikat yang adalah pembantuNya?
Kita diberinya Roh Anaknya sendiri yang m embuat kita menjadi anak dalam rumahNya. Roh itu memanggil Dia "Ya Aba, Ya Bapa" Roh itu mampu menunjukkan keberadaanNya bersama dengan kita, bukan hanya membuat kita lepas dari keadaan "Peminta-minta roti" tapi juga melepaskan kita dari rasa kuatir dan memberikan damai sejahtera. Tidak cukupkah kehadirannya menjadi jaminan bagi kita?.
Sadarlah Saudaraku, kesudahan zaman ini sudah dekat, antikristus sedang unjuk kesombongan, tapi semua itu tidak mesti membuat kita kuatir dan hilang pengharapan, karena siapa yang setia sampai kesudahannya, dialah yang menang
No comments:
Post a Comment